IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DONGENG UNTUK MENANAMKAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELOMPOK A TK ASH SHOLIHIN JEMBER
Keywords:
Pendidikan Karakter, Metode Dongeng, Budi PekertiAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaaluasi pendidikan Karakter dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu a. Wawancara mendalam (indepth interview), b. Pengamatan peran serta (participant observation), dan c. dokumentasi.
Penelitian ini telah menghasilkan temuan sebagai berikut :Perencanaan Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember secara umum perencanaan tersebut diantaranya, Pertama, Mengkroscek perencanaan kerja pada hari sebelumnya, Kedua,Membuat konsep untuk menindak lanjuti hasil belajar sebelumnya, Ketiga, Menentukan permainan untuk menghidupkan pembelajaran, dan keempat, menentukan media pembelajaran.
Pelaksanaan Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember. Pertama,menerapkan kultur keagamaan yang mewarnai dalam proses pembelajaran di sekolah Kedua, memaksimalkan peran dalam mengajar.Ketiga, menyelingi pembelajaran sambil bernyanyi dan bermain. Keempat, memperhatikan efektifitas penggunaan media, efektifitas waktu untuk menghindari kejenuhan belajar anak-anak. Kelima, menfungsikan orang tua dalam pembelajaran skill tertentu.
Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A Tk. Ash Sholihin Jember, menurut kepala sekolah yang disampaikan kepada peneliti terdiri dari beberapa bagian, Pertama, Kontrol secara internal melalui pengawasan kinerja pada guru-guru yang telah kami berikan wewenang, apakah sudah melaksanakan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan job diskription pada perencanaan atau tidak. Kedua, dari sisi eksternal, kepuasan orangtua siswa merupakan keberhasilan pelaksanaan dan sebaliknya ketidak puasan orangtua merupakan indikator kegagalan sebuah kegiatan.