Identifikasi Pola Spasial Kejadian Banjir di Jawa Timur Tahun 2018 Menggunakan Pendekatan Analisis Spasial
Identification of Spatial Patterns of Flood Events in East Java in 2018 Using a Spatial Analysis Approach
DOI:
https://doi.org/10.31537/jernih.v2i02.2185Keywords:
Banjir, Jawa timur, Analisis spasial, Mitigasi BencanaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kejadian banjir di Jawa Timur pada tahun 2018. Data yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, mencakup jumlah kejadian banjir di setiap kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pemetaan spasial untuk mengidentifikasi pola distribusi risiko banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kabupaten, seperti Trenggalek, Ponorogo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, termasuk dalam kategori High-High, yaitu daerah dengan kejadian banjir tinggi dan dikelilingi oleh wilayah berisiko tinggi lainnya. Faktor utama yang mempengaruhi pola ini meliputi topografi rendah, curah hujan tinggi, deforestasi, serta buruknya infrastruktur drainase. Sebaliknya, kabupaten seperti Pacitan, Blitar, dan Tulungagung termasuk dalam kategori Low-Low, yang ditandai dengan kejadian banjir rendah akibat topografi yang lebih tinggi dan vegetasi alami yang masih terjaga. Pola peralihan seperti High-Low dan Low-High juga ditemukan di beberapa wilayah, menunjukkan pengaruh lokal dari mitigasi bencana dan penggunaan lahan. Penelitian ini menegaskan pentingnya mitigasi struktural dan non-struktural untuk mengurangi risiko banjir, seperti peningkatan infrastruktur drainase dan pengelolaan tata guna lahan. Dengan pendekatan spasial-temporal, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk perencanaan kebijakan mitigasi bencana banjir yang lebih efektif di Jawa Timur.
References
Keith Smith and R. Ward, Floods: Physical Processes and Human Impacts.New York: John Wiley, 1998.
F. M. Almuthorri and N. H. Purnomo, “Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir Kali Lamong di Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur,” J. Swara Bhumi, vol. 1, no. 3, pp. 1–6, Jul. 2019.
K. Darmawan, Hani’ah, and A. Suprayogi, “Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis,” J. Geod. Undip Januari, vol. 6, no. 1, pp. 31–0, Feb. 2017, doi: https://doi.org/10.14710/jgundip.2017.15024.
C. Ifadah, C. D. Ratnasri, and D. C. R. Novitasari, “Clustering Daerah Banjir di Jawa Timur dengan Algoritma Fuzzy C-Means,” Din. Inform., vol. 14, no. 2, pp. 99–104, Oct. 2022.
A. T. Kuswardhana, E. Hidayah, and R. U. A. Wahyono, “Pemetaan Geospasial Risiko Banjir di Sub-DAS Gunting, Jombang Jawa Timur,” Rekayasa Sipil, vol. 17, no. 1, pp. 54–65, Jan. 2023, doi: https://doi.org/10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.01.8.
H. S. Purnawali, “Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Kabupaten Sidoarjo dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh,” Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2018.
M. Ridwan and J. Sarjito, “Studi Kajian Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kejadian Banjir di Daerah Aliran Sungai,” ENVIRO J. Trop. Environ. Res., vol. 26, no. 1, pp. 38–45, Sep. 2024, doi: https://doi.org/10.20961/enviro.v26i1.93145.
R. P. Rosa, I. Prasetyowati, and N. Baroya, “Peta Spasial Indeks Rawan Bencana Banjir Jawa TImur Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG),” Universitas Jember, Jember, 2013.
I. B. Tritama, Widodo S. Pranowo, and Impron, “Identifikasi Kejadian Banjir Rob Wilayah Surabaya Tahun 2021-2022,” J. Hidropilar, vol. 9, no. 1, pp. 11– 20, Jun. 2023, doi: https://doi.org/10.37875/hidropilar.v9i1.274.
F. A. Kurnianto, V. Elfiani, and A. F. Alfani, “Analisis Spasial Kerentanan Banjir dan Longsor di Kabupaten Banyuwangi,” JPIG (Jurnal Pendidik. dan Ilmu Geogr., vol. 6, no. 1, pp. 49–60, Mar. 2021, doi: https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5323.