Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Story Telling
DOI:
https://doi.org/10.31537/jecie.v6i1.3191Keywords:
anak usia dini, Penelitian Tindakan Kelas, rasa percaya diri, story telling, TK DharmawanitaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini melalui kegiatan story telling di TK Dharmawanita Kemuning, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B sebanyak 20 anak, terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar observasi yang mencakup empat aspek penilaian percaya diri: berani berbicara, mudah bergaul, tidak bergantung, dan mengerjakan tugas mandiri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rasa percaya diri anak. Pada Siklus I, persentase ketuntasan mencapai 45%, kemudian meningkat menjadi 85% pada Siklus II. Peningkatan ini terjadi karena pemilihan tema cerita fabel dan binatang peliharaan yang dekat dengan kehidupan anak, serta penggunaan properti boneka sebagai media pendukung pada siklus berikutnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan story telling terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini.
References
Arikunto, S. (2015). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Brewer, J. A. (2007). Introduction to early childhood education: Preschool through primary grades (6th ed.). Boston: Pearson.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Dhieni, N., Fridani, L., Yarmi, G., & Kusniaty, N. (2005). Metode pengembangan bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Flamboyan, N., & Aprianti, E. (2021). Mengembangkan percaya diri anak melalui metode bercerita pada pembelajaran daring. Jurnal CERIA, 4(6), 45–53.
Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta: Puspa Swara.
Hamalik, O. (2011). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Haznita, L. (2019). Upaya meningkatkan sikap percaya diri anak melalui kegiatan story telling di RA Nurul Aflah Kecamatan Medan Labuhan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Idris, M. (2014). Meningkatkan kecerdasan anak melalui mendongeng. Jakarta Timur: PT. Luxima Metro Media.
Lauster, P. (2015). Tes kepribadian (Terjemahan D.H. Gulo). Jakarta: Bumi Aksara.
Masitoh, dkk. (2007). Strategi pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.
Muallifah. (2013). Storytelling sebagai metode parenting untuk pengembangan kecerdasan anak usia dini. Jurnal Psikoislamika, 10(1), 95–107.
Multi, A. O. P. (2019). Penerapan metode story telling untuk meningkatkan percaya diri anak kelas IV sekolah dasar. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.
Musfiroh, T. (2005). Bercerita untuk anak usia dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Rahayu, A. Y. (2013). Menumbuhkan kepercayaan diri melalui kegiatan bercerita. Jakarta: Indeks.
Robiul Munjah. (2021). Modul pedoman bercerita. Jakarta: Universitas Trilogi.
Sabil Risaldy. (2014). Bermain, bercerita, bernyanyi bagi anak usia dini. Jakarta: Luxima.
Setiaji, R. U. (2018). Pengaruh penggunaan metode bercerita terhadap rasa percaya diri anak di TK Pertiwi 1 Manjung kelompok A tahun pelajaran 2017/2018. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Solehuddin, M. (2000). Konsep dasar pendidikan pra sekolah. Bandung: FIP UPI.
Sudijono, A. (2014). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Tarigan, H. G. (1986). Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Yufiarti & Chandrawati, T. (2015). Profesionalitas guru PAUD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

