Innovativeness and Optimism as Predictors of Generative AI Acceptance Among Pre-service Elementary School Teachers
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji penerimaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) pada mahasiswa calon guru sekolah dasar Generasi Z dengan memperluas model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) melalui penambahan dua prediktor psikologis, yaitu keinovatifan dan optimisme. Seiring meningkatnya pemanfaatan Gen AI dalam dunia pendidikan, pemahaman mengenai bagaimana calon guru sekolah dasar memandang dan menerima teknologi ini menjadi penting untuk mendukung transformasi digital dan pengembangan kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan desain -survei kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari 563 mahasiswa dari empat universitas di Indonesia melalui angket daring, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil analisis model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan, sementara indeks kelayakan model mengindikasikan bahwa model memiliki representasi yang memadai terhadap data empiris. Secara struktural, keinovatifan dan optimisme terbukti berpengaruh positif terhadap performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, habit, dan hedonic motivation, dengan keinovatifan menjadi prediktor yang lebih kuat. Pada tingkat niat berperilaku, performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, dan habit berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan Gen AI, sedangkan hedonic motivation tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Model struktural berhasil menjelaskan 75,9% varians niat berperilaku, yang menunjukkan daya jelaskan yang kuat dalam konteks penerimaan Gen AI di pendidikan calon guru. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya faktor kognitif (misalnya persepsi manfaat dan kemudahan) serta faktor disposisi individu (misalnya keinovatifan dan optimisme) dalam membentuk penerimaan Gen AI. Secara teoretis, penelitian ini memperluas UTAUT2 dengan memasukkan konstruk kepribadian dalam studi penerimaan teknologi. Secara praktis, hasil penelitian mengimplikasikan perlunya program pendidikan guru menyediakan pengalaman otentik, dukungan institusional, serta ruang eksplorasi Gen AI untuk mendorong penggunaan yang bertanggung jawab dan efektif dalam pembelajaran sekolah dasar.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.