Pengabdian Masyarakat Desa Semboro Melalui Mitigasi Banjir Berbasis Rasio Hazard dan Vulnerability
DOI:
https://doi.org/10.31537/dedication.v10i1.3059Keywords:
flood, biopore, mitigationAbstract
Flooding is a frequent environmental problem in RW 025, Semboro Village, Jember Regency, due to high rainfall and low soil absorption capacity. This community service activity aims to improve the community's ability to mitigate flooding through a hazard and vulnerability ratio-based approach, including the application of biopore technology and environmental restoration. The method used was descriptive qualitative, through field observation, interviews, documentation, and community mentoring. The activity included site surveys, the installation of 40 biopore infiltration holes, riverbank cleaning, vegetation planting, and activity evaluation. The results of the community service program demonstrated increased community understanding and participation in environmental management, a reduction in the potential for flooding at vulnerable points, and the formation of a follow-up team to maintain the sustainability of the flood mitigation program. This activity is expected to support efforts to reduce the risk of inundation on a sustainable basis at the village level.
References
Adiwibowo, S. 2014. Strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(1), 45–58.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 2023. Informasi perubahan iklim dan curah hujan ekstrem di Indonesia. https://iklim.bmkg.go.id
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2021. Pedoman analisis risiko bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Budiarti, A., Rahman, A., & Putra, D. 2017. Dampak sosial ekonomi banjir terhadap masyarakat perkotaan. Jurnal Kebencanaan, 3(2), 112–120.
Erni, M., & Andhy, R. 2017. Pohon aren sebagai tanaman fungsi konservasi. Jurnal Geografi, 14–15.
Karuniastuti, N. 2014. Teknologi biopori untuk mengurangi banjir dan timbunan sampah organik. Jurnal Forum Teknologi, 4(2), 60–68.
Permana, A. S., Nugroho, S., & Widodo, T. 2019. Penerapan lubang resapan biopori sebagai upaya konservasi air tanah dan peningkatan ketahanan vegetasi. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 3(1), 45–53.
PPID Kabupaten Jember. 2024. Laporan kejadian banjir di wilayah Kabupaten Jember. https://ppid.jemberkab.go.id
Pramono, T., & Wibowo, B. 2019. Kajian drainase perkotaan dan normalisasi saluran air dalam pengendalian banjir. Jurnal Teknik Sipil, 14(1), 25–34.
Setyaningsih, R., & Endriastuti, M. 2018. Pengaruh struktur tanah dan pH terhadap daya resap air. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 89–97.
Sormin, Y. P., et al. 2022. Perkecambahan benih ketapang kencana (Terminalia mantaly H. Perrier) dengan pengamplasan dan perendaman H2SO4. Journal of Global Forest and Environmental Science, 2(2), 32–34.
Suryani, L. 2018. Studi hidrometeorologi dan banjir genangan di wilayah dataran rendah. Jurnal Geografi, 10(1), 55–64.
Yohana, E., Waspodo, R. S. B., & Hidayat, Y. 2017. Pengaruh lubang resapan biopori terhadap laju infiltrasi dan pengendalian limpasan permukaan. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(1), 15–24.