Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana Di SD Muhammadiyah Sapen

Authors

  • Zela Septikasari Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta
  • Ningrum Perwitasari Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta
  • Deri Anggraini Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta
  • Riski Bahtiar Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta
  • Ficky Adi Kurniawan Program studi Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara
  • Irvan Budhi Handaka Program studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.31537/dedication.v10i1.2574

Keywords:

Disaster Education, Preparedness, Capacity, SPAB, Primary School

Abstract

Efforts to improve disaster preparedness have not been fully implemented at SD Muhammadiyah Sapen. In 2022, a joint disaster awareness campaign was conducted, but it only involved 30 teachers and 3 classes. Disaster preparedness at SD Muhammadiyah Sapen is identified as still very inadequate, given the large number of school staff who lack knowledge and skills regarding disasters, the absence of sustained integration of disaster education, the lack of regular simulations, and insufficient disaster-related facilities and infrastructure. The history of disasters and their impacts at the school highlight the importance of implementing the Disaster-Resilient Educational Unit (SPAB). SPAB serves as an effective tool for providing information, knowledge, and skills to school community members regarding disaster response. Implementing SPAB can enhance the preparedness of school community members, strengthen the school’s capacity, and thereby reduce risks during disasters. This aligns with UPY’s roadmap for community service, specifically the development of disaster-resilient regions. The activities will be conducted in accordance with the three pillars of SPAB: safe school facilities, disaster management in schools, and education on disaster prevention and risk reduction. Implementation methods include lectures, group discussions, practical exercises, and simulations. Activity outcomes include disaster risk assessments, school action plans, early warning systems, evacuation plans, the formation of school disaster response teams, standard operating procedures for disaster emergencies, table top exercise (TTX), and disaster simulations. The evaluation of the SPAB programme demonstrated an improvement in the knowledge and skills of school communities in dealing with disasters. The Community Service Programme (PKM) of the Research and Community Service Institute (LPPM) at Universitas PGRI Yogyakarta has proven that a collaborative and school-based approach is effective in enhancing schools' resilience to disasters.

References

Adi Kurniawan, Ficky, Prasetiawan, Hardi, Kunci, Kata, Informasi, Layanan, Longsor, Tanah, Video, Media, & Siaga Bencana, Sekolah. (2019). Keefektifan Layanan Informasi Berbantuan Media Video Untuk Meningkatkan Pemahaman Bencana Banjir Dan Tanah Longsor. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 10(2), 180–190.BPBD DIY. (2023). Data dan Informasi Bencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogykakarta: BPBD DIY.

Afik, Al, Azizah Khoriyati, Ilham Yoga Pratama. (2021). Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Di Bidang Kesehatan Dalam Menghadapi Dampak Erupsi Gunung Berapi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ariani, F. (2021). Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Negeri 8 Mataram. Indonesian Journal of Educational Development, 2, 108–117. https://doi.org/10.5281/zenodo.4781865

Boon, Helen J. (2014). “Disaster Resilience in a Flood-Impacted Rural Australian Town.†Natural Hazards 71 (1): 683–701. https://doi.org/10.1007/s11069-013-0935-0.

Faisal, R. (2022). Pengembangan Model Pengurangan Risiko Bencana Melalui Kesiapsiagaan Berbasis Sekolah Di Sma Negeri 24 Bandung. Jurnal Ilmiah Kebijakan Dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan), 3(02), 130–150. https://doi.org/10.31595/biyan.v3i02.440

Fandayati, I., & Kurniawan, F. A. (2022). Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Indonesian Journal of Environment and Disaster, 1(2), 55-64.

Handaka, I. B., Saputra, W. N. E., Septikasari, Z., Muyana, S., Barida, M., Wahyudi, A., Agungbudiprabowo, Widyastuti, D. A., Ikhsan, A., & Kurniawan, F. A. (2022). Increasing Guidance and Counseling Teacher Capacity in Disaster Preparedness through Psychosocial Training. Pegem Egitim ve Ogretim Dergisi, 12(1), 242–248. https://doi.org/10.47750/pegegog.12.01.25

Koswara, A., Amri, A., Zainuddin, F. K., Ngurah, I., Muzaki, J., Muttmainnah, L., Utaminingsih, M., Saleky, S. R. J., Widowati, & Tebe, Y. (2019). Pendidikan Tangguh Bencana “Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia.†120.Kurniawan, Ficky Adi, Fauziah, Rosynanda Nur, & Rohmatulloh, Dimas Panji Agung. (2024). Relevansi Dan Peran Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta didik Tentang Krisis Global Warming. Indonesian Journal of Environment and Disaster, 3(1), 55–67. https://doi.org/10.20961/ijed.v3i1.1074

Kurniawan, F. A., & Fandayati, I. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Di Kelurahan Tamanan Dan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Indonesian Journal of Environment and Disaster, 2(2), 99-112.

Kurniawan, F. A., Prasetyo, A. B., & Nur Fauziah, R. (2024). Tantangan Dan Strategi Pendidikan Kebencanaan Dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen (JUPIMAN), 3(1), 143–150. https://doi.org/10.55606/jupiman.v3i1.3274

Novianti Utami, R. (2021). Implementasi Program Sekolah Siaga Bencana di Sekolah Dasar Desa Sinaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Jurnal Health Society, 10(1), 84–97. https://doi.org/10.62094/jhs.v10i1.29

Peraturan Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 110 Tahun 2021 tentang Pedoman Pendidikan Aman Bencana pada Satuan Pendidikan.

Peratururan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 06 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Rahady, M. K., & Kurniawan, F. A. (2023). Kesiapsiagaan Sekolah SD Negeri 2 Sanden Kabupaten Bantul Dalam Menghadapi Bencana Alam Gempabumi. Indonesian Journal of Environment and Disaster, 2(2), 165–177. https://doi.org/10.20961/ijed.v2i2.845

Rahma, Aldila. (2020). Pembelajaran Sains Untuk Mengenalkan Kebencanaan Pada Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age. Vol 4, No. 02 (2020) . Desember 2020, hh. 250-260 E-ISSN : 2549-7367

R. Djalante, (2018). “Artikel tinjauan: Tinjauan pustaka sistematis tren penelitian dan kepengarangan tentang bencana alam, bencana, pengurangan risiko, dan perubahan iklim di Indonesia,†Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 18, no. 6, hlm. 1785–1810, 2018, doi: 10.5194/nhess-18-1785-2018ion.

Rusvidianti, F., & Indrojarwo, T. (2015). Desain Kelas Darurat Pasca Bencana untuk Sekolah Dasar di Indonesia. 4(2), 2–5.

Septikasari, Z., & Hisbaron, D. R. (2014). Studi Komparasi Kesiapsiagaan Sekolah Siaga Bencana di Kabupaten Sleman. Universitas Gadjah Mada.

Septikasari, Z., & Ayriza, Y. (2018). Strategi Integrasi Pendidikan Kebencanaan Dalam Optimalisasi Ketahanan Masyarakat Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi. Jurnal Ketahanan Nasional, 24(1), 47. https://doi.org/10.22146/jkn.33142

Septikasari, Z., Fauziah, M., & Handaka, I. B. (2018). Peran layanan bimbingan dan konseling dalam penanggulangan bencana. In Proceeding of The 8th University Research Colloquium.

Septikasari, Z., Retnowati, H., & Wilujeng, I. (2022). Pendidikan Pencegahan Dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sebagai Strategi Ketahanan Sekolah Dasar Dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 120. https://doi.org/10.22146/jkn.74412

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

Wang, Jieh jiuh. (2016). Study On The Context Of School-Based Disaster Management. International Journal of Disaster Risk Reduction, 19, 224–234. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1016/j.ijdrr.2016.08.005

Wibowo, Nugroho Budi, & Juwita Nur Sembri. (2016) “Analisis Peak Ground Acceleration (PGA) Dan Intensitas Gempabumi Berdasarkan Data Gempabumi Terasa Tahun 1981 - 2014 Di Kabupaten Bantul Yogyakarta.†Indonesian Journal of Applied PhysicsVol. 6, No. 01, h. 65. https://doi.org/10.13057/ijap.v6i01.1804

Downloads

Published

2026-03-20

Issue

Section

Articles