ANALISIS KEBUTUHAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI NUMERASI MELALUI PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SPLDV
DOI:
https://doi.org/10.31537/laplace.v9i1.3103Keywords:
analisis kebutuhan, desain pembelajaran, literasi numerasi, problem based learning, SPLDVAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan merancang desain pembelajaran berbasis literasi numerasi melalui model Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun penelitian ini difokuskan pada tahap analisis kebutuhan dan perancangan desain pembelajaran. Analisis dilakukan melalui studi literatur untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran matematika, khususnya rendahnya pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah, dan literasi numerasi peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memodelkan masalah kontekstual serta menginterpretasikan informasi numerik. Berdasarkan hal tersebut, dirancang desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang terintegrasi dengan PBL meliputi tujuan pembelajaran, materi, aktivitas berbasis masalah, LKPD, dan evaluasi. Desain ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan berpikir peserta didik.
Downloads
References
Aledya, V. (2019). Kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa. May, 0–7.
Ananda, W. (2023). Analisis Numerasi Siswa Sekolah Dasar Ditinjau Dari Self-Efficacy (Studi Kualitatif Deskriptif Pada Siswa Kelas IV SD Islam Al-Furqon Tahun Pelajaran 2022/2023). UBP Karawang.
Aprina, E. A., Fatmawati, E., & Suhardi, A. (2024). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Muatan IPA Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1 Februari), 981–990.
Hayati, M., & Jannah, M. (2024). Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika. Griya Journal of Mathematics Education and Application, 4(1), 40–54.
Hendriana, H., Rohaeti, E. E., & Sumarmo, U. (2017). Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa. Bandung: Refika Aditama, 7, 2017.
Hudojo, H. (2018). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: UM Press.
Hutapea, R. H. (2019). Instrumen evaluasi non-tes dalam penilaian hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(2), 151–165.
Kasi, R. (2023). Pembelajaran Aktif: Mendorong Partisipasi Siswa.
Mahmud, M. R., & Pratiwi, I. M. (2019). Literasi numerasi siswa dalam pemecahan masalah tidak terstruktur. KALAMATIKA: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 69–88.
Mulyasa, E. (2018). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013.
OECD. (2022). PISA 2022 Results: Vol. I.
Prastowo, A. (2019). Pengembangan bahan ajar tematik.
Setiawan, P., & Sudana, I. D. N. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 1(2), 164–173.
Shoimin, A. (2021). Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Volume 09 Nomor 02, Juni 2023.
Suningsih, A., & Istiani, A. (2021). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 225–234.
Surya, E., & Putri, F. A. (2017). Improving Mathematical Problem-Solving Ability and Self-Confidence of High School Students Through Contextual Learning Model. Journal on Mathematics Education, 8(1), 85–94.
Wahyuni, I. (2022). Analisis Kemampuan Literasi Numerasi berdasarkan Gaya Belajar pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5840–5849.
Yudhanegara, M. R., & Lestari, K. E. (2017). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Sistem Geometri berdasarkan Latar Belakang Prestasi Belajar Mata Kuliah Geometri Transformasi. JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pengajaran Matematika), 3(2), 83–88.




